Senin, 02 Oktober 2017

Cara Praktis Usaha Ternak Kambing Agar Sehat dan Gemuk


Sipendik.com – Kambing merupakan salah satu jenis hewan ternak yang paling banyak dibudidayakan oleh masyarakat baik di perkotaan maupun di pedesaan. Permintaan akan ketersediaan kambing tiap tahun semakin meningkat, hal tersebut dibuktikan dengan semakin banyaknya tingkat konsumsi masyarakat terhadap makanan olahan berbahan dasar kambing. Apalagi ternak kambing tidaklah sesulit seperti ternak hewan- hewan yang lain. Kali ini sipendik berkesempatan untuk mengulas lebih dalam Cara Praktis Usaha Ternak Kambing Agar Sehat dan Gemuk.

Memelihara kambing tidaklah sulit karena memang ketersediaan makanan untuk kambing sangat melimpah di daerah kita. Berbagai macam jenis tanaman bisa dipakai untuk memberi pakan kambing, namun perlu Anda perhatikan makanan kambing yang paling digemari. Berdasarkan penelusuran kami makanan kambing yang cukup digemari di antaranya seperti lamtoro, nangka, dan daun turi.

Sebelum memutuskan untuk memulai usaha bisnis ternak kambing, perlu diperhatikan jenis kambing apa yang bisa dibudidayakan di daerah atau lokasi tempat Anda tinggal. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui apa saja keuntungan dan kerugian beternak kambing sesuai dengan kondisi lokasi supaya dapat memaksimalkan potensi kambing yang dipelihara.

Sebetulnya jenis kambing di indonesia lumayan banyak, namun yang sering dibudidayakan oleh masyarakat yaitu hanya dua jenis;

    Kambing Kacang

Kambing kacang adalah kambing asli dari indonesia. Jenis kambing ini sudah tersebar di seluruh wilayah indonesia. Karakteristik dari kambing kacang yaitu memiliki badan yang kecil, telinganya pendek, punggungnya meninggi, ukuran leher pendek, betina dan jantan memiliki tanduk, ketinggian badan betina dewasa sekitar 56 cm sedangkan jantan 60-65 cm, dan bobot dewasa betina sekitar 20 kg dan jantan rata rata 25 kg.

    Kambing Peranakan Etawa (PE)

Kambing Peranakan Etawa (PE) adalah hasil dari persilangan kambing etawa yang berasal dari india dengan kambing lokal (kambing kacang). Jenis kambing ini juga sudah tersebar di seluruh wilayah indonesia. Tampilan dari kambing ini hampir mirip dengan kambing etawa namun ukurannya lebih kecil. Kambing Peranakan Etawa (PE) memiliki dua keuntungan yaitu sebagai penghasil daging serta penghasil susu. Ciri- ciri dari kambing PE yaitu telinganya panjang dan terkulai lemas, telinganya memiliki panjang 18-30 cm, warna bulu coklat muda sampai kehitaman. Kambing PE jantan, bulu di atas leher dan pundak relatif lebih tebal dan panjang, sedangkan untuk betina bulu bagian paha panjang. Bobot kambing PE betina ± 35 kg dan jantan ± 40 kg, tinggi pundaknya 76-100 cm.
Langkah-langkah Beternak Kambing
1. Pemilihan Bibit Unggul
    Penjantan
Kondisi tubuhnya sehat, bisa tumbuh dengan besar sesuai dengan usia, bulunya terlihat bersih dan mengkilap, ukuran badan panjang, kakinya lurus, tidak ditemukan cacat fisik, penampilannya gagah, rumitnya tinggi, terlihat aktif dan mempunyai nafsu kawin tinggi, gampang ereksi, dan buah zakarnya normal
    Betina
Kondisi tubuhnya sehat, bulunya terlihat bersih dan mengkilap, badannya tidak terlalu gemuk, tidak ditemukan cacat fisik, alat kelamin normal, dapat mengasuh anak dengan baik, buah susunya normal (halus dan kenyal).
2. Masa Perkawinan Kambing
Kambing sudah menginjak masa dewasa ketika berusia 6-8 bulan yang ditandai dengan mulai munculnya rasa birahi. Jumlah usianya bisa Anda ketahui dengan melihat catatan kelahiran atau dilihat dari giginya. Kambing betina siap untuk dikawinkan pada usia 10-12 bulan sedangkan untuk kambing jantan pada usia lebih dari 1 tahun.
Ciri-ciri kambing betina mulai minta kawin jika terlihat gelisah, pembengkakan pada alat kelamin luar ( alat kelaminnya menjadi basah, kemerahan dan hangat ), ekornya sering digerak-gerakkan, nafsu makannya berkurang, diam saja apabila dinaiki pejantan. Secara umum kondisi tersebut berlangsung sekitar 30 jam dan mempunyai siklus minta kawin sekitar 17 hari.
Waktu mengawinkan yang ideal yaitu 12-18 jam setelah tanda-tanda minta kawin terlihat. Hal itu dilakukan untuk mempermudah proses perkawinan dan bisa memperkecil resiko kegagalan. Tempatkan kambing pejantan dan betina dalam satu kandang dan hindari perkawinan sedarah untuk mengurangi resiko cacat genetik.
3. Masa Kelahiran
Kambing yang mau melahirkan memiliki tanda-tanda seperti tampak gelisah, kakinya menggaruk-garuk ke tanah, pinggul kambing mengendur, mengembik, ukuran kambing sangat besar dan jika dipencet mengeluarkan cairan atau kolostrum, nafsu makannya turun dan alat kelamin membengkak
4. Perawatan Anak Kambing

Terkadang kambing sehabis melahirkan kurang perhatian sama anak yang baru dilahirkan. Dekatkan indukan ke anaknya agar mau menyusui, apabila tidak mau menyusui Anda bisa membuatkan susu buatan. Susu buatan ini terbuat dari campuran susu putih, gula satu sendok teh, dan sebutir telur ayam kemudian campurkan dengan satu gelas kecil air matang. Berikan 2 kali sehari sampai indukan mau menyusui anaknya sendiri
Kambing menyusui sekitar 2,5 – 3 bulan, pada model peternakan tradisional bisa mencapai 5-6 bulan
5. Pendugaan Usia Kambing
Usia kambing bisa diperkirakan dari  jumlah gigi yang tumbuh :
    keseluruhan gigi belum permanen (usia kurang dari 1 tahun)
    1 pasang gigi permanen (usia 1-2 tahun)
    2 pasang gigi permanen (usia 2-3 tahun)
    3 pasang gigi permanen (usia 3-4 tahun)
    keseluruhan gigi permanen (usia 4-5 tahun)
6. Pemberian Makanan Kambing
Pada umumnya makanan kambing terbagi menjadi dua jenis antara lain makanan hijauan dan konsentrat. Makanan hijuan adalah makanan berasal dari alam berupa rerumputan, rumput yang sengaja dibudidayakan serta daun dari kacang-kacangan. Makanan konsentrat adalah makanan yang berasal dari dedak padi atau bekatul.
Rumput menjadi sumber energi bagi ternak kambing, jenis rumput yang biasa diberikan ialah rerumputan alam atau rumput lapangan. Jenis-jenis rumput yang sengaja dibudidayakan untuk pakan kambing adalah  rumput setaria, clitoria ternatea, dan brachiaria. Sisa hasil pertanian bisa menjadi alternatif pengganti pakan hijauan di antaranya dedak padi, daun pepaya, kulit dan daun singkong, batang kangkung, jerami padi hingga daun jagung. Selain itu pakan kambing yang menjadi sumber protein bagi pertumbuhan kambing di antaranya daun kacang panjang, daun kacang tanah, daun gamal, daun kedelai, daun lamtoro, daun turi, dan daun kaliandra.
 7. Perawatan Kandang kambing
Usahakan kandang kambing menghadap ke timur supaya memenuhi syarat kesehatan ternak. Bahan pembuat kandang haruslah kuat, murah dan mudah didapat. Sebaiknya kandang kambing dibuat panggung dan mempunyai atap serta dilengkapau dengan tempat makanan dan minum. Berikan ventilasi atau lubang angin pada dinding kandang untuk mempermudah sirkulasi udara.
Kandang diusahakan menghadap ke timur agar memenuhi persyaratan kesehatan hewan ternak. Bahan pembuat kandang yang dipakai haruslah kuat, murah dan tersedia di lokasi. Kandang dibuat panggung dan beratap dengan tempat makanan dan minum. Dinding-dinding kandang haruslah memiliki ventilasi (lubang angin) agar sirkulasi udara lebih baik.

Ukuran kandang kambing yang ideal :
    Untuk Anak adalah  1 x 1,2 m  untuk 2 ekor (lepas sapih)
    Jantan dewasa : 1,2 x 1,2 m per ekor
    Betina dewasa :1 x 1,2 m per ekor
    Indukan dan anak : 1,5 x 1,5 m per induk ditambah 2 anak
Demikianlah artikel sipendik tentang Cara Praktis Usaha Ternak Kambing Agar Sehat dan Gemuk, semoga bisa bermanfaat bagi Anda. Salam sukses..


Rabu, 20 September 2017

Manfaat Pohon Bidara


Pohon Bidara yang Dianjurkan Untuk Pengobatan

Pohon bidara di Indonesia mungkin sudah jarang ditemukan. Sehingga keberadaannya pun banyak orang yang tidak mengetahuinya atau susah untuk mencari pohon bidara.


Daunnya berwarna hijau dan di bagian batang ada durinya sedangkan buah yang dihasilkan pohon bidara kira-kira berukuran seperti bola pingpong.

Namun ada kekurangan dari buah bidara ini yaitu dari rasanya tidak enak untuk di makan, karena faktor inilah banyak orang yang tidak tertarik untuk menanam di halaman rumahnya.

Pohon bidara bisa tumbuh setinggi sekitar 15 meter dan termasuk golongan tumbuhan perdu.

Percabangan pohonnya menyebar ke segala arah, daun-daun yang berwarna hijau dengan penumpu di bagian daun yang tumbuh diantara duri-duri yang memanjang dan menjuntai.

Menurut cerita dari masyarakat bahwa daun-daun muda bidara bisa dimakan untuk sayuran.

Masyarakat meyakini daun bidara berfungsi sebagai pembersih karena daun bidara bisa mengeluarkan busa seperti sabun jika kita meremas-remasnya.

Manfaat Daun Bidara yang Digunakan Untuk Pengobatan

Dalam bahasa arab bidara artinya sidr, pada beberapa surah dalam al-quran termasuk salah satu pohon yang sering di sebut. Sangat dianjurkan dalam beberapa prosesi ibadah untuk digunakan. Nah inilah manfaat daun bidara diantaranya:
  • Digunakan untuk mengobati penyakit akibat bakteri ataupun virus seperti pilek, influenza, flu babi ,flu burung dan bahkan hiv/aids karena daun bidara mengandung senyawa antibacterial.
  • Digunakan untuk menjaga kesehatan tubuh kita dari berbagai macam penyakit karena daun bidara mengandung senyawa antioksidan.
  • Digunakan untuk mengobati penyakit lambung antara lain tukak lambung, maag bahkan kanker lambung.
  • Digunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit kardiovaskuler yang sangat berbahaya.
  • Digunakan untuk mengobati penyakit diabetes mellitus diabetes gestasional karena daun bidara mengandung gilkemik yang sangat rendah.
  • Digunakan untuk mengobati masalah mulut seperti sariawan bibir pecah pecah dan gusi berdarah.
  • Digunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit pertumbuhan jaringan abnormal seperti kanker, tumor dan kista.
  • Digunakan untuk mengobati luka baik luka baru ataupun sudah lama karena daun bidara mengandung antiseptic.
  • Digunakan untuk memperbaiki sel-sel organ yang mengalami kerusakan sehingga organ tersebut dapat bekerja secara maksimal.
  • Digunakan untuk mengatasi masalah kewanitaan seperti keputihan, haid tidak normal daun yang di gunakan daun bidara yang masih muda.
  • Digunakan untuk menguatkan dan merawat kesehatan tulang dan gigi karena daun bidara mengandung mineral kalsium yang sangat tinggi.
  • Digunakan untuk mengobati demam panas ataupun dingin baik digunakan untuk dewasa atau anak-anak.
  • Digunakan untuk mengatasi peradangan pada area kulit atau organ dalam tubuh.
  • Digunakan untuk mengatasi bisul dan ambeien pada dubur.
  • Digunakan untuk mengatasi ejakulasi dan lemah syahwat.
Dalam lingkungan baik kering ataupun basah pohon bidara termasuk golongan tumbuhan yang mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.
Jika pohon bidara ditanam dalam lingkungan yang panas, kaya matahari dan cukup kering kualitasnya malah paling baik.
Namun sebaliknya untuk menumbuhkan, ranting daun dan bunga harus memenuhi sarana yang memadai untuk mempertahankan kelembaban tanah selama mematangkan buah pada musim hujan.

Pada wilayah dengan curah hujan 300-500 mm per tahun pohon bidara bisa berkembang luas.
Biasanya bibit-bibit bidara yang unggul yaitu berupa okulasi dengan batang bawah yang berasal dari bidara atau orang biasa menyebutnya bidara berduri.
Karena lingkungan di Indonesia memang sudah bisa beradaptasi. Sehingga dapat tahan terhadap serangan hama yang berasal dalam tanah dan akar pun menjadi kuat dan kokoh.
Walaupun pada dasarnya tanaman ini tidak terlalu banyak diserang hama, yang perlu diwaspadai hanya lalat buah karena membuat bagian dalam buah yang sudah matang bisa membusuk.
Sangat sederhana untuk cara mengatasinya, yaitu kebersihan lingkungan kebun dijaga, pasang eugenol untuk menangkap lalat buah atau yang paling mudah untuk dilakukan yaitu bakal buah dibungkus.

Senin, 18 September 2017

Tata Cara Memandikan Jenazah

Hukum memandikan jenazah adalah bersifat Fardu Kifayah yaitu diwajibkan atas semua orang yang sudah di bebankan dengan Syariat karena sudah memasuki masa baligh (Mukallaf), dan kewajiban tersebut baru akan gugur apabila sudah terwakili oleh salah seorang yang mukallaf tersebut. Jika dalam sebuah tempat ada orang yang meninggal lantas tidak ada satu orangpun yang memandikan jenazah,maka seluruhnya telah berdosa. (kecuali yang belum mukallaf)

  • SYARAT ORANG YANG MEMANDIKAN JENAZAH
Orang yang berhak untuk memandikan jenazah adalah harus memenuhi syarat berikut diantaranya :
  1. Orang yang berakal, Muslim,Telah Baligh dan cukup umur
  2. Niat bagi orang yang hendak memandikan jenazah
  3. Orang Sholeh, Jujur dan dapat di percaya
  • YANG BERHAK MEMANDIKAN JENAZAH
  1. Apabila Jenazah Laki-laki : Maka yang berhak memandikan adalah laki-laki dari keluarga terdekatnya dengan urutan Anak ,ayah atau kakek,baru kemudian saudara/keluarga  laki-laki lainya, jika dari pihak keluarga (laki-laki) tidak bisa, maka bisa di wakilkan kepada  orang lain (laki-laki) yang bisa memandikan jenazah . Jika tidak ada seorangpun dari laki-laki. maka yang diutamakan adalah Istrinya dan perempuan-perempuan yang menjadi mahramnya (orang yang haram untuk di nikahi).
  2. Apabila Jenazah Perempuan : Maka yang berhak memandikan adalah perempuan dari keluarga terdekatnya dengan urutan anak,ibu atau nenek,baru kemudian kelurga/saudara perempuan lainya, jika tidak ada maka boleh di wakilkan kepada orang lain (perempuan) yang bisa memandikan, jika tidak ada maka di utamakan adalah suaminya dan laki-laki dari mahramnya.
  3. Apabila Jenazahnya seorang Istri sedangkan suaminya masih ada : maka suami adalah yang paling berhak untuk memandikan jenazah Istrinya, jika tidak mampu/tidak ada, baru di berikan kepada kerabat terdekatnya seperti yang di sebutkan dalam point 2.
  4. Apabila jenazahnya seorang suami sedangkan istrinya masih ada : maka istri adalah yang paling berhak memandikan, jika tidak ada/tidak mampu baru di berikan kepada kerabatnya yang lain seperti yang disebutkan dalam point 1.
  5. Apabila jenazah perempuan dan tidak memiliki suami kemudian di daerah tersebut penduduknya laki-laki semua : maka jenazah tersebut tidak dimandikan melainkan ditayamumkan (tangan yang memandikan dilapisi sarung tangan) 
  6. Apabila jenazahnya anak kecil (dibawah usia 7 tahun)  : maka laki-laki ataupun perempuan diperbolehkan memandikan jenazahnya dengan urutan diutamakan dari pihak keluarga terlebih dahulu.
  • PERLENGKAPAN UNTUK MEMANDIKAN JENAZAH
  1. Air 
  2. Kapas
  3. Shampoo
  4. Kapur Barus
  5. Daun Bidara
  6. Minyak Wangi
  7. Pengusir Bau busuk
  8. Spon penggosok
  9. Penutup aurat jenazah
  10. Dua atau lebih sarung tangan (di pakai oleh yang memandikan)
  11. Masker untuk petugas yang memandikan
  12. Gunting (digunakan untuk memotong pakaian jenazah)   

 * URUTAN MEMANDIKAN JENAZAH
  1. Dimandikan di tempat tertutup sehingga yang melihat hanya orang yang memandikan saja
  2. Menutup aurat jenazah (di mulai saat menanggalkan pakaian si mayat sebelum di mandikan), begitupun saat prosesi memandikan agar senantiasa memperhatikan aurat simayat untuk senantiasa tertutupi.
  3. Jenazah di tempatkan di tempat yang lebih tinggi dan di usahakan posisi tempat memandikan agak miring ke arah kaki agar air mudah mengalir.
  4. Jika jasadnya kaku (seperti kakinya mengangkat keatas,dll) maka melunakan terlebih dahulu persendian si mayat dengan menekan lembut di setiap bagian ujung2 sendi, kemduain menggunting kukunya jika panjang, menggunting bulu ketiaknya, sedangkan bulu kemaluan dibiarkan begitu saja tidak boleh di dekati karena bagian dari aurat besar. 
  5. Mayat disandarkan (lihat pict diatas) , kemudian di sapu dengan menekan/mengurut pelan2 dari arah perut simayat menuju area bawah untuk mengeluarkan kotoran,kemudian di bersihkan dengan tangan kiri pada area qubul dan duburnya (bisa menggunakan wewangian agar tidak terganggu oleh bau kotoran dan disarankan menggunakan sarung tangan) 
  6. Petugas mengganti sarung tangan dengan yang baru dan bersih
  7. Selanjutnya membersihkan gigi dan mulut si mayat dengan menggunakan kain yang di basahi kemudian di gosokan lembut menggunakan telunjuk pada mulut dan giginya.
  8. membersihkan semua kotoran dan najis yang masih menempel di badanya termasuk di bagian hidung, telinga, langkahnya seperti point 8 hanya menggunakan kain yang di basahi.
  9. Menyeka janggut dan membersihkan rambut dengan perasan daun bidara atau sabun, jika jenazah perempuan maka hendaklah membuka ikatan rambut dan membersihkanya.
  10. Mewudhukan jenazah, langkahnya sama dengan wudhu mau shalat hanya saja tidak memasukan air pada area mulut dan hidung.
  11. Setelah di wudhukan kemudian membasuh bagian depan badan simayat disunahkan membasuh bagian sebelah kanan terlebih dahulu, pertama membasuh tengkuk sebelah kanan, kemudian bahu,tangan kanan,betis, paha.dan telapak kaki sebelah kanan.
  12. Kemudian petugas membalikan mayat miring kesebelah kiri dan membasuh badan bagian kananya, setelah anggota tubuh bagian kanan selesai kemudian di balikan ke sebelah kanan untuk membasuh anggota badan bagian kirinya.   
  • JUMLAH MEMANDIKAN
Jumlah wajib dalam memandikan jenazah adalah satu kali namun jika belum bersih maka dilakukan dalam jumlah ganjil seperti 3 kali, dan jika masih belum bersih juga maka ada pendapat mengatakan maximal 7 kali. sampai dengan seluruh kotoran dalam tubuh simayat benar2 bersih. Dan disunahkan di sertai dengan perasan daun bidara atau sabun yang dapat membersihkan. dan hendaknya pada kali terakhir di campurkan butiran wewangian (kafur). 

Dianjurkan menggunakan air sejuk, namun di perbolehkan menggunakan air hangat jika kotoran yang menempel susah hilang, akan tetapi dilarang untuk mengerik atau menggosoknya dengan keras.

Setelah selesai memandikan kemudian menghanduki jenazah dengan kain kering atau sejenisnya,dan jika jenazahnya perempuan maka mengingat rambutnya dengan tiga pintalan. kemudian di letakan di bagian belakang punggungnya.

PERINGATAN PENTING YANG HARUS DI PERHATIKAN* (ilmuagama.net)

  • Apabila jenazah sudah dimandikan sampai tujuh kali, akan tetapi masih keluar kotoran tinja dan sebagainya, maka hendaklah dibersihkan dengan menggunaka air dan menutupnya dengan kapas. akan tetapi jika keluarnya setelah dikafani, maka dibiarkan saja, karena hal tersebut akan merepotkan.
  • Apabila ada orang yang meninggal dalam keadaan mengenakan kain ihram saat haji, maka cara pemandiannya sama seperti yang telah dijelaskan diatas dan ditambah dengan siraman dari perasan daun bidara. Akan tetapi yang membedakan adalah tidak perlu dikasih pewangi dan tidak perlu ditutupi kepalanya. Hal ini sesuai sabda Nabi tentang jenazah yang menunaikan haji.
  • Orang meninggal karena peperangan membela agama atau syahid, maka jasadnya tidak perlu dimandikan dan disholatkan, hendakklah di kubur bersama pakaian yang dikenakannya.
  • Janin yang gugur berusia empat bulan, maka wajib di urus sebagaimana mestinya orang dewasa meninggal dan di beri nama.
  • Apabila ada halangan dalam memandikan jenazah, misalnya karena tidak ada air atau jenazahnya dalam keadaan tidak utuh, maka cukup ditayamumkan. Cara mentayamumkannya yaitu petugas menepukkan kedua telapak tangannya ke tanah, kemudian mengusapkannya ke bagian wajah dan punggung jenazah.
  • Hendaknya petugas yang memandikan atau yang mengurus jenazah menutupi semua aib yang ada pada jenazah, baik dari segi fisik maupun kejadian-kejadian yang lain.
Semoga Bermanfaat...


Rabu, 13 September 2017

Haji Pengabdi Setan



Shalat Menghadap Ka'bah (Yahoo! News/REUTERS/Ali Jarekji)IBADAH haji 1426 H, pekan lalu, usai sudah. Jamaah haji Indonesia mulai pulang ke Tanah Air. Bila mereka ditanya apakah Anda ingin kembali lagi ke Mekkah, hampir seluruhnya menjawab, ''Ingin.'' Hanya segelintir yang menjawab, "Saya ingin beribadah haji sekali saja, seperti Nabi SAW."

Jawaban itu menunjukkan antusiasme umat Islam Indonesia beribadah haji. Sekilas, itu juga menunjukkan nilai positif. Karena beribadah haji berkali-kali dianggap sebagai barometer ketakwaan dan ketebalan kantong. Tapi, dari kacamata agama, itu tidak selamanya positif.

Kendati ibadah haji telah ada sejak masa Nabi Ibrahim, bagi umat Islam, ia baru diwajibkan pada tahun 6 H. Walau begitu, Nabi SAW dan para sahabat belum dapat menjalankan ibadah haji karena saat itu Mekkah masih dikuasai kaum musyrik. Setelah Nabi SAW menguasai Mekkah (Fath Makkah) pada 12 Ramadan 8 H, sejak itu beliau berkesempatan beribadah haji.

Namun Nabi SAW tidak beribadah haji pada 8 H itu. Juga tidak pada 9 H. Pada 10 H, Nabi SAW baru menjalankan ibadah haji. Tiga bulan kemudian, Nabi SAW wafat. Karenanya, ibadah haji beliau disebut haji wida' (haji perpisahan). Itu artinya, Nabi SAW berkesempatan beribadah haji tiga kali, namun beliau menjalaninya hanya sekali. Nabi SAW juga berkesempatan umrah ribuan kali, namun beliau hanya melakukan umrah sunah tiga kali dan umrah wajib bersama haji sekali. Mengapa?

Sekiranya haji dan atau umrah berkali-kali itu baik, tentu Nabi SAW lebih dahulu mengerjakannya, karena salah satu peran Nabi SAW adalah memberi uswah (teladan) bagi umatnya. Selama tiga kali Ramadan, Nabi SAW juga tidak pernah mondar-mandir menggiring jamaah umrah dari Madinah ke Mekkah.

Dalam Islam, ada dua kategori ibadah: ibadah qashirah (ibadah individual) yang manfaatnya hanya dirasakan pelakunya dan ibadah muta'addiyah (ibadah sosial) yang manfaatnya dirasakan pelakunya dan orang lain. Ibadah haji dan umrah termasuk ibadah qashirah. Karenanya, ketika pada saat bersamaan terdapat ibadah qashirah dan muta'addiyah, Nabi SAW tidak mengerjakan ibadah qashirah, melainkan memilih ibadah muta'addiyah.

Menyantuni anak yatim, yang termasuk ibadah muta'addiyah, misalnya, oleh Nabi SAW, penyantunnya dijanjikan surga, malah kelak hidup berdampingan dengan beliau. Sementara untuk haji mabrur, Nabi SAW hanya menjanjikan surga, tanpa janji berdampingan bersama beliau. Ini bukti, ibadah sosial lebih utama ketimbang ibadah individual.

Di Madinah, banyak ''mahasiswa'' belajar pada Nabi SAW. Mereka tinggal di shuffah Masjid Nabawi. Jumlahnya ratusan. Mereka yang disebut ahl al-shuffah itu adalah mahasiswa Nabi SAW yang tidak memiliki apa-apa kecuali dirinya sendiri, seperti Abu Hurairah. Bersama para sahabat, Nabi SAW menanggung makan mereka. Ibadah muta'addiyah seperti ini yang diteladankan beliau, bukan pergi haji berkali-kali atau menggiring jamaah umrah tiap bulan. Karenanya, para ulama dari kalangan Tabiin seperti Muhammad bin Sirin, Ibrahim al-Nakha'i, dan Malik bin Anas berpendapat, beribadah umrah setahun dua kali hukumnya makruh (tidak disukai), karena Nabi SAW dan ulama salaf tidak pernah melakukannya.

Dalam hadis qudsi riwayat Imam Muslim ditegaskan, Allah dapat ditemui di sisi orang sakit, orang kelaparan, orang kehausan, dan orang menderita. Nabi SAW tidak menyatakan bahwa Allah dapat ditemui di sisi Ka'bah. Jadi, Allah berada di sisi orang lemah dan menderita. Allah dapat ditemui melalui ibadah sosial, bukan hanya ibadah individual. Kaidah fikih menyebutkan, al-muta'addiyah afdhol min al-qashirah (ibadah sosial lebih utama daripada ibadah individual).

Jumlah jamaah haji Indonesia yang tiap tahun di atas 200.000 sekilas menggembirakan. Namun, bila ditelaah lebih jauh, kenyataan itu justru memprihatinkan, karena sebagian dari jumlah itu sudah beribadah haji berkali-kali. Boleh jadi, kepergian mereka yang berkali-kali itu bukan lagi sunah, melainkan makruh, bahkan haram.

Ketika banyak anak yatim telantar, puluhan ribu orang menjadi tunawisma akibat bencana alam, banyak balita busung lapar, banyak rumah Allah roboh, banyak orang terkena pemutusan hubungan kerja, banyak orang makan nasi aking, dan banyak rumah yatim dan bangunan pesantren terbengkalai, lalu kita pergi haji kedua atau ketiga kalinya, maka kita patut bertanya pada diri sendiri, apakah haji kita itu karena melaksanakan perintah Allah?

Ayat mana yang menyuruh kita melaksanakan haji berkali-kali, sementara kewajiban agama masih segudang di depan kita? Apakah haji kita itu mengikuti Nabi SAW? Kapan Nabi SAW memberi teladan atau perintah seperti itu? Atau sejatinya kita mengikuti bisikan setan melalui hawa nafsu, agar di mata orang awam kita disebut orang luhur? Apabila motivasi ini yang mendorong kita, maka berarti kita beribadah haji bukan karena Allah, melainkan karena setan.

Sayangnya, masih banyak orang yang beranggapan, setan hanya menyuruh kita berbuat kejahatan atau setan tidak pernah menyuruh beribadah. Mereka tidak tahu bahwa sahabat Abu Hurairah pernah disuruh setan untuk membaca ayat kursi setiap malam. Ibadah yang dimotivasi rayuan setan bukan lagi ibadah, melainkan maksiat.

Jam terbang iblis dalam menggoda manusia sudah sangat lama. Ia tahu betul apa kesukaan manusia. Iblis tidak akan menyuruh orang yang suka beribadah untuk minum khamr. Tapi Iblis menyuruhnya, antara lain, beribadah haji berkali-kali. Ketika manusia beribadah haji karena mengikuti rayuan iblis melalui bisikan hawa nafsunya, maka saat itu tipologi haji pengabdi setan telah melekat padanya. Wa Allah a'lam.

Ali Mustafa Yaqub
Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta
[Kolom, Gatra Nomor 10 Beredar Senin, 16 Januari 2006]
http://arsip.gatra.com/2006-01-26/artikel.php?id=91593

isi Khutbah Jumat di Masjid Shalahuddin Komplek Pajak Kalibata

Intinya saja ya...

Umrah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad, Sepanjang hidupnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan umrah sebanyak 4 kali.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ اعْتَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْبَعَ عُمَرٍ عُمْرَةَ الْحُدَيْبِيَةِ وَعُمْرَةَ الْقَضَاءِ مِنْ قَابِلٍ وَالثَّالِثَةَ مِنْ الْجِعْرَانَةِ
وَالرَّابِعَةَ الَّتِي مَعَ حَجَّتِهِ

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata : “Rasulullah mengerjakan umrah sebanyak empat kali. (Yaitu) umrah Hudaibiyah, umrah Qadha`, umrah ketiga dari Ji’ranah, dan keempat (umrah) yang bersamaan dengan pelaksanaan haji beliau”.

Saat ini ibadah haji seolah kehilangan makna dan pengaruh politis serta perjuangannya. Pelaksanaan haji kian hari kian menurun kualitasnya. Yang menonjol dari haji kini hanyalah ibadah ritual belaka. Banyak jamaah yang melaksanakan ibadah ini hanya sekadar menggugurkan kewajiban. Lebih parah lagi tak sedikit yang menjalankannya seolah wisata reliji bahkan banyak dihiasi wisata belanja. Ibadah haji saat ini nyaris tak lagi terasa berpengaruh nyata dalam perbaikan kondisi umat

Haji tidak hanya sebatas ibadah ritual

Ibadah haji dalam sejarah kehidupan umat Islam sejak masa Rasulullah saw dan masa berikutnya sangat sarat dengan makna. Memiliki pengaruh besar dalam jalannya kehidupan umat dan perjuangan mereka. Dengan ibadah haji, kaum muslim dahulu mendapatkan pencerahan politik dan terbangkitkan spirit perjuangan mereka.

وَأَذِّن فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ ﴿٢٧﴾ لِّيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ

“Dan serukan kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka…”. (QS. al-Hajj [22]: 27-28) .

Ibn Abbas dan Mujahid berkata: “yaitu manfaat dunia dan akhirat” (Ibn Katsir, Tafsir al-Quran al-‘Azhim). Makna politis, ideologis, perjuangan, dsb itu merupakan bagian dari apa yang disebut “hikmah haji”, yaitu manfaat-manfaat yang dapat dipersaksikan oleh jamaah haji saat mereka menunaikan haji. Ayat ini menunjukkan, dalam ibadah haji kaum Muslimin akan mendapatkan berbagai manfaat yang sangat strategis dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam aspek politik”. (Ali bin Nayif As-Syahud, Al-Khulashah fi Ahkam al-Hajj wa al-Umrah, hlm.2).

Umrah Rasulullah SAW
Dalam ibadah umrah Rasulullah SAW telah menunaikan sebanyak empat kali;
  1. Umrah Hudaibiyah, tahun 6 H : Nabi saw bersama 1400 sahabat mengambil miqat di Dzulhulaifah. Di hudaibiyah inilah Nabi saw singgah dan mendirikan kemah untuk beberapa hari, setelah dihadang pasukan Khalid bin al-walid di Dzi Thuwa, dan tidak diizinkan masuk ke Makkah oleh kaum kafir quraisy. Akhirnya Nabi saw meneken perjanjian dengan mereka kemudian membatalkan umrahnya dan kembali ke Madinah
  2. Umrah Qadha’ 7 H : Yaitu umrah pengganti umrah Hudaibiyah dengan miqat di Hudaibiyah
  3. Umrah Syawal 8 H/ umrah Ramadhan 8 H : Umrah yang dilaksanakan Nabi saw setelah penaklukan kota Makkah dan perang Hunain. Dengan mengambil miqat di Ji’ranah- disebut sebagai miqat terbaik.
  4. Umrah bersamaan dengan Haji Wada’ 10 H :Yang merupakan umrah terakhir sebagaimana haji yang Nabi Muhammad saw laksanakan.